Museum Ganesya Berikan Edukasi Budaya Lewat Lomba Merakit Wayang Kulit

Home / Wisata / Museum Ganesya Berikan Edukasi Budaya Lewat Lomba Merakit Wayang Kulit
Museum Ganesya Berikan Edukasi Budaya Lewat Lomba Merakit Wayang Kulit Para pelajar ketika mengikuti lomba mewarna wayang kulit Punokawan di Museum Ganesya, di kompleks Hawai Waterpark. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia).

TIMESMALANG, MALANG – Komitmen manajemen Hawai Group terhadap dunia edukasi di tengah wisata terus diwujudkan. Seperti yang ditampilkan oleh Museum Ganesya yang menggelar lomba mewarnai sekaligus merakit wayang kulit Punokawan bagi pelajar sekolah dasar. Lomba ini masih dalam rangkaian peringatan HUT ke 74 Kemerdekaan RI tahun ini.

"Ini adalah langkah awal kami mencoba memberikan sumbangsih terhadap dunia pendidikan. Kami bertekad tidak akan berhenti untuk menyuarakan bahwa betapa pentingnya menanamkan rasa cinta terhadap budaya, sekalipun itu wayang," kata Direktur Utama Hawai Group,  Bambang Yudho Utomo kepada TIMES Indonesia yang sedang merayakan ulang tahun ke 4, Sabtu (17/8/2019).

omba-mewarna-wayang-kulit-Punokawan-v1.jpg

Diketahui Hawai Group kini memiliki empat wahana wisata,  yakni Hawai Waterpark, Museum Ganesya, Malang Smart Arena dan Malang Night Paradise.

Selama bulan Agustus nanti, tiket Weekday (Senin-Jumat) Rp 45.000 sesuai tahun Kemerdekaan RI dan ticket Weekend (Sabtu-Minggu) Rp 74.000 disesuaikan dengan HUT Kemerdekaan RI. "Tepat tanggal 17 Agustus kami juga akan menyelenggarakan lomba-lomba permainan," tambah Public Relationnya, Rosa Febrina.

Dengan tiket seharga itu, pengunjung bisa menikmati seluruh wahana di Hawai Waterpark, seperti Hawai Water House, Waikiki Beach, Waimea Stream River  Mavi Island, Rainbow Fall, Akaolu Pool, Ekolu Slide, Hula-Hula Slide dan Wailele Slide plus Museum Ganesya. "Karena kali ini masuk Museum Ganesya gratis. Asyik kan," kata Rosa.

Lomba mewarna dan merakit wayang kulit Punokawan itu adalah adalah salah satu upaya manajemen Hawai Group menanamkan rasa cinta kepada budaya bagi para pelajar.

Ampri mengatakan, berbagai cara memang tengah dilakukan untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda. "Kami memilih menggugahnya lewat mewarwai sekaligus merakit wayang kulit agar muncul rasa cinta dari anak-anak terhadap wayang," tuturnya.

Wayang Punokawan (Semar, Petruk, Gareng dan Bagong), lanjut Ampri, adalah gambaran tentang kepribadian atau karakter manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Seperti sebagai penasehat, ksatria,  penghibur, kritikus sosial, badut hingga kebijaksanaan hidup.

"Inilah yang perlu mulai ditanamkan mulai kecil. Caranya bisa bermacam-macam. Nah cara kami adalah memberi kesempatan mewarna dan kemudian merakit wayang kulit sekaligus mengenali gerakan-gerakannya sebagai lambang kepribadiannya," ujar Ampri.

Setidaknya 50 pelajar SD se Malang Raya mengikuti ajang bersifat edukatif yang diselenggarakan manajemen Hawai Group itu. Mereka begitu tekun mewarnai wayang-wayang punokawan.

Pemenang lomba mewarnai sekaligus merakit wayang kulit Punokawan di wahana Museum Ganesya juga disiapkan berbagai hadiah menarik, mulai  uang tunai hingga golden ticket dan tas isi souvernir (goodie bag) serta tropi khas Hawai Group berupa miniatur Gong Raksasa. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com