Puthu Lanang Celaket, Eksistensi Kuliner Legenda Tertua Malang

Home / Wisata / Puthu Lanang Celaket, Eksistensi Kuliner Legenda Tertua Malang
Puthu Lanang Celaket, Eksistensi Kuliner Legenda Tertua Malang Suasana dalam gang buntu yang dipadati para pembeli kue Puthu Lanang yang sedang mengantri

TIMESMALANG, MALANG – Banyak makanan baru yang bervariasi dan kekinian bermunculan, namun Puthu Lanang Celaket tetap eksis hingga kini. 

Gang kecil yang dari luar tampak ramai dengan orang berbaris. Mereka rela mengantre demi menikmati jajanan Puthu Lanang yang terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang. Jajanan legenda ini menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang wajib didatangi saat berkunjung ke Malang.

Gerai Puthu Lanang merupakan salah satu kuliner tertua. Gerai yang bernama Puthu Lanang ini didirikan oleh Ibu Supiah sejak 1935 yang dulunya beroperasi dengan berkeliling. Kemudian mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Malang untuk berjualan di gang buntu hingga saat ini.

Nama Puthu Lanang sendiri pun dipilih karena biasanya putu bernama putu ayu. Pemiliknya ingin membedakan dengan nama yang biasanya sehingga diberilah nama gerai ini Puthu Lanang.

Gerai yang kini dijalankan oleh Siswoyo (45) yang merupakan generasi kedua ini ramai dikunjungi oleh para penikmat kuliner tradisional. Bahkan tidak sedikit pelajar yang datang untuk memenuhi tugas atau memfoto gerai yang legendaris ini.

“Biasanya kebanyakan anak muda yang kesini bertanya-tanya dan berfoto biasanya karena tugas sekolahnya,” tutur Siswoyo.

Kesohoran kuliner ini tidak perlu diragukan lagi. Gerai puthu lanang Celaket sering dimuat oleh media massa dan juga vlog kuliner di kanal youtube.

Untuk mendapatkan sebungkus kue Puthu Lanang, kita diharuskan untuk mengantre. Lumayan lama, bisa dihitung sekitar satu jam. Akan rugi jika hanya membeli sebungkus saja, karena memang rasanya yang mampu membuat ketagihan. 

Riska, salah satu warga yang menetap di Malang, mengaku rela untuk mengantre Puthu Lanang karena rasanya yang tetap enak. “Saya sering ke sini meskipun harus antri, karena selain rasanya yang enak juga memang orang tua sering nitip Puthu Lanang karena dulu saat masih muda juga sering membeli jajan puthu di sini,” ujarnya.

Gerai Puthu Lanang Celaket mulai berjualan sejak pukul 17.30 hingga 22.00 WIB. Selain puthu, ada juga jajanan tradisional lain seperti klepon, lupis, dan cenil. Semua jajanan ini dihargai Rp10 ribu per porsi. Murah, bukan? (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com