Keramik Setengah Jadi Mulai Diminati Siswa SD

Home / Wisata / Keramik Setengah Jadi Mulai Diminati Siswa SD
Keramik Setengah Jadi Mulai Diminati Siswa SD Keramik karya siswa SD yang dicat sendiri sesuai kreativitas masing -masing (foto : Widya Amalia/TIMES Indonesia)

TIMESMALANG, MALANG – Nampaknya kerajinan keramik tidak berhenti hingga generasi berusia senja saja. Siswa SD pun mulai minati cara membuat keramik. Mereka membeli tanah liat bahkan keramik setengah jadi untuk dikreasikan sendiri, menghasilkan bentuk baru.

Menurut Juwadi, sie Promosi dan Pariwisata Paguyuban Pengrajin dan Pedagang Keramik Dinoyo, hal ini didukung dengan program wisata edukasi Kampung Keramik Dinoyo.

Keramik-2.jpg

“Untuk kepariwisataan cara pembuatan keramik ini menjadi kegiatan yang menarik bagi wisatawan, jika dulu kita menjual produk sekarang, cara membuat produk itu juga kita jual,” ujarnya.

Total terapat 3 pengrajin yang mempunyai paket wisata cara pembuatan keramik itu, bahkan menurut penuturan Juwadi, dalam satu minggu rata - rata pengrajin tersebut dapat menerima 3 rombongan wisatawan yang ingin mempelajari cara pembuatan keramik.

Tidak hanya siswa SD, namun yang datang untuk mencoba paket tersebut juga datang dari bermacam - macam kalangan. Mulai dari siswa SD, SMP, SMA, hingga karyawan kantor yang hendak pensiun.

Mereka juga berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia seperti Kalimantan, Banjarmasin hingga Papua. “Mereka persiapan pensiun agar dapat mempunyai wawasan bidang usaha selanjutnya,” ujar pengrajin lukis keramik ini.

Tak hanya paket wisata membuat keramik saja yang sedang naik daun di Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo, namun bahan keramik setengah jadi yaitu tanah liat sekarang juga menjadi incaran.

“Akhir - akhir ini banyak pembeli dari sekolah - sekolah, jadi walaupun pihak sekolah tidak konfirmasi dulu ke pengrajin tetapi mereka memberi tugas ke siswanya untuk membeli keramik yang belum jadi dan diwarnai,” kata dia.

Para pengrajin di Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo mendapatkan bahan keramik tersebut kebanyakan dari daerah Tuban dan Bangka Belitung.

Mereka mengaku susah untuk mendapatkan bahan - bahan tersebut karena sudah jarang ada lahan yang mengandung tanah liat. Maka dari itulah para pengrajin bekerja sama dengan dinas perindustrian untuk mendapatkan tanah liat.

“Akhirnya kita dibantu dengan dinas perindustrian untuk memperoleh bahan - bahan itu, mereka yang mengeksplorasi bahan setengah jadinya, dan nanti kita yang mengganti ongkos produksi,” jelas Juwadi.

Ke depannya, Juwadi akan meningkatkan strategi promosi agar peminat keramik semakin meluas. Dimulai dari kualitas, gaya, bahkan manajemen. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Tags:

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com