Pengamat: SNI Pasar Tradisional Jangan Jadi Dokumen Belaka

Home / Berita / Pengamat: SNI Pasar Tradisional Jangan Jadi Dokumen Belaka
Pengamat: SNI Pasar Tradisional Jangan Jadi Dokumen Belaka Pakar ekonomi dari Universitas Jember (UNEJ) Adhitya Wardhono. (FOTO: Dody/TIMES INDONESIA)

TIMESMALANG, JEMBER – Program pemerintah untuk menjadikan seluruh pasar tradisional berstandar nasional memang patut diapresiasi. Namun, pelaksanaannya juga harus diawasi dengan ketat.

Pakar ekonomi dari Universitas Jember (UNEJ) Adhitya Wardhono mengatakan, bahwa program standardisasi pasar tradisional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kepada para pedagang di pasar tradisional. Karena itu, pemerintah harus benar-benar serius untuk menjalankan program tersebut.

Dia melanjutkan, pemerintah tidak harus melulu menggembar-gemborkan sosialiasi terkait standardisasi pasar tradisional kepada masyarakat, namun pemerintah juga harus membuat aturan dan pengawasan yang tegas terhadap program bernilai triliunan rupiah tersebut.

"Jangan sampai ini hanya jadi dokumen atau ritual belaka. Sertifikasi SNI itu hanya jadi dokumen jika tanpa penghayatan dari setiap pemain pasar," kata Adhitya kepada awak media di Gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Sertifikasi Mutu Barang-Lembaga Tembakau (PSMB-LT) Jember, Selasa (21/11/2017).

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember tersebut mengatakan, pengawasan terhadap program standardisasi pasar tradisional penting dilakukan untuk menjaga mutu pasar di mata masyarakat.

"Di dalam poin SNI misal adanya lahan parkir yang memadai, namun jika setelah dapat SNI kemudian lahan itu jadi tempat jualan kan jadinya percuma," pungkasnya.

Adhitya menambahkan, SNI pasar tradisional bukan jadi pajangan yang menghiasi tembok. Tapi SNI itu harus dapat menjadi acuan pagi pengelola pasar tradisional untuk menjaga mutu pasar.

"Bagi pengelola yang bisa menghayati SNI ini mereka akan berfikir tentang budget untuk merawat fasilitas pasar dan sadar bahwa pasar tradisional menjadibtempat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuh dia. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com