"Negara Harus Hadir di Pasar Tradisional"

Home / Ekonomi / "Negara Harus Hadir di Pasar Tradisional"
Dari kiri-kanan: Pakar Ekonomi dari Universitas Jember (UNEJ) Adhitya Wardhono, Kepala UPT PSMB-LT Jember Siti Andriati Widartien, Kepala Baperwil V Jember R. Tjahjo Widodo saat menyampaikan sosialisasi standardisasi pasar tradisional, Selasa (21/11/2107)

TIMESMALANG, JEMBER – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Sertifikasi Mutu Barang-Lembaga Tembakau (PSMB-LT) Jember dan Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) V Jember, Jawa TImur, menggelar sosialisasi terkait penyusunan dokumen mutu pasar berstandar nasional Indonesia (SNI), pada Selasa (21/11/2107).

Sosialisasi tersebut menyambut pencanangan program 5.000 pasar tradisional ber-SNI oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.

Sosialisasi yang digelar di Gedung UPT PSMB-LT Jember, Jalan Kalimantan, Jember tersebut dihadiri sejumlah pihak. Di antaranya Kepala UPT PSMB-LT Jember Siti Andriati Widartien, Kepala Baperwil V Jember R. Tjahjo Widodo, Pakar Ekonomi dari Universitas Jember (UNEJ) Adhitya Wardhono serta perwakilan dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) dari sejumlah kabupaten di antaranya Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo.

Kepala Baperwil V Jember R. Tjahjo Widodo mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada satupun pasar tradisional di Jawa Timur (Jatim) yang mengantongi SNI. Hal tersebut disebabkan karena sejumlah faktor.

Salah satunya yakni kurangnya kesiapan pengelola pasar baik dari dinas terkait maupun masyarakat untuk menciptakan pasar tradisional menjadi pasar yang lebih layak. Menurutnya selama ini pasar tradisional masih identik dengan kesan jorok dan semerawut.

"Karena itu negara harus hadir di sana. Saya juga harus hadir di sana," tegas Tjahjo.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com