UIN Malang Selenggarakan Diskusi Covid-19 Sambil Caring

Home / Pendidikan / UIN Malang Selenggarakan Diskusi Covid-19 Sambil Caring
UIN Malang Selenggarakan Diskusi Covid-19 Sambil Caring Diskusi tentang Covid-19 sambil caring (berjemur di bawah matahari langsung), digelar UIN Malang dan dimoderatori oleh Rektor UIN Malang, Prof Abdul Haris di halaman Rektorat UIN Malang. (FOTO: widodo irianto/TIMES Indonesia)

TIMESMALANG, MALANGRektor UIN Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag, Jumat (27/3/2020) pagi menjadi moderator diskusi tentang Covid-19. Uniknya, diskusi dilakukan sambil caring (berjemur di bawah sinar matahari langsung) di halaman kampus UIN Malang.

Diskusi itu menarik, karena dilakukan di alam terbuka, di halaman depan Rektorat UIN Malang. Berlangsung cukup gayeng dan begitu banyak manfaat yang bisa diambil meski hanya berlangsung tak lebih dari satu jam.

Diskusi-Covid-UIN-2.jpg

Sejumlah pakar dihadirkan diantaranya Prof. Dr. dr. Yuyun, SpRad, dr. Cristyaji Indradmojo, penggiat Jamaah Maiyah Relegi Malang yang juga pengajar Fakultas Psikologi UIN Malang, dan Prof Hartono. Diskusi itu sangat berarti lantaran UIN Malang juga mengundang peserta selain kalangan perguruan tinggi juga masyarakat.

Tak lebih dari 20 orang menghadiri diskusi itu. Meja kursi ditata sedemikian renggang, sebagai pelaksanaan social distancing atau jaga jarak sosial.

Hanya sebuah pengeras suara dipasang di sisi kanan para pemateri diskusi, namun cukup mendukung acara. Halaman yang cukup asri, dan suasana sekitar rektorat dan kampus yang juga sepi karena kegiatan belajar mengajar ditutup membuat peserta fokus mendengarkan materi.

Rektor UIN,  Prof Abdul Haris, M.Ag menyatakan diskusi ini memberi dampak pemahaman dan pengetahuan yang luar biasa tentang Covid-19 bagi semua peserta diskusi. "Karena dalam diskusi singkat itu ada representasi dari dokter Cristiyaji yang mengitegrasikan ilmunya dengan Islam," katanya.

"Mudah-mudahan dokter Cristiyaji banyak mengeksplorasi dan mencoba untuk mendekati semua penyakit termasuk yang disebabkan virus itu dari pendekatan agama," ujar Abdul Haris.

UIN Malang telah melakukan serangkaian upaya melindungi warga kampus dari virus ini. Pihak kampus juga telah memberi edukasi kepada masyarakat mengenai bagaimana mengantisipasi masuknya virus yang mematikan ini.

Wakil Rektor II, Prof DR Hj Ilfi Nur Diana, MSi, yang mengutip dari pernyataan dr Cristyaji, mengatakan, bahwa wabah Covid-19 ini adalah sebuah bencana. Begitu juga Prof Yuyun juga menyebutkan Covid-19 ini adalah pandemi karena penyebarannya sudah mendunia.

"Menghadapi bencana, tentu bicara tentang resiko. Kalau dilihat rumus resikonya, disitu ada ancaman atau kerentanan yang dibagi kapasitas. Karena pandemi maka ini menjadi ancaman," kata Ilfi.

UIN Malang, lanjut Ilfi, sebagai Perguruan Tinggi yang sudah ber-BLU, dan yang mempunyai anggaran yang cukup fleksibel dengan aturan yang ada, telah melakukan relokasi atau refocusing untuk pencegahan Covid-19 ini.

UIN Malang juga telah memproduksi massal sanitizer. dan Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag menginstruksikan untuk membagikan itu kepada santri ma'had, dosen, karyawan dan masyarakat sekitar kampus. Selain itu Satgas Covid-19 yang ada di kampus UIN Malang juga telah membuat alat KAVi atau Kabut Anti Virus. "Kelebihan KAVi ini tidak seperti spray atau shower,  tapi hanya kabut saja seperti di SPA dan baunya harum sehingga masuk disitu tidak stress sekalipun hanya 20 detik," tutur Ilfi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com