Bir dan Bratwurst Selamatkan Klub Sepak Bola di Tengah Wabah Virus Corona

Home / Olahraga / Bir dan Bratwurst Selamatkan Klub Sepak Bola di Tengah Wabah Virus Corona
Bir dan Bratwurst Selamatkan Klub Sepak Bola di Tengah Wabah Virus Corona Ilustrasi bir dan bratwurst di tribun stadion (Foto: twitter/@fcunion)
Fokus Berita

TIMESMALANG, SURABAYA – Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat sendi kehidupan manusia di seluruh dunia lumpuh. Industri sepak bola juga tak luput dari ganasnya virus jenis baru itu.

Saat ini hampir semua negara telah menangguhkan bergulirnya liga sepak bola, klub otomatis kehilangan pendapatan. Sabtu, (28/3/2020) federasi sepak bola di Indonesia juga turut menghentikan liga sampai tanggal 29 Mei dan ada kemungkinan untuk diperpanjang.

Bratwurst-2.jpg

Hal tersebut tentunya membuat klub kehilangan banyak sumber pendapatan seperti, tiket pertandingan dan hak siar. 

Namun di Jerman ada sebuah klub pendatang baru Bundesliga bernama Union Berlin yang menyikapi masa sulit ini dengan cara unik.

Union Berlin mengandalkan solidaritas suporternya untuk membuat truk makanan virtual dalam menghadapi badai keuangan yang disebabkan oleh virus Corona.

Dengan truk makanan virtual penggemar dapat memberikan sumbangan kecil untuk klub dengan seolah-olah membeli minuman dan makanan, tetapi tidak berwujud alias virtual. Untuk minuman berupa bir dan camilan bratwurst masing-masing dihargai € 2,50 atau sekitar Rp 45.000.

Menurut Direktur Komunikasi Union, Christian Arbeit, ide cemerlang itu datang dari para fans. Dikutip melalui DW.

"Segera setelah liga dihentikan, kami dihubungi oleh fans yang ingin tahu apakah mereka dapat membantu klub. Di antara banyak ide yang sampai kepada kami, saran terbaik adalah ini,” ujar Arbeit.

Sebab berdasarkan kebiasaan para penggemar saat mendukung di stadion, mereka akan membeli bir dan bratwurst sebagai camilan untuk menonton. Akhirnya klub memutuskan untuk membuat truk makanan virtual di mana para fans dapat seolah-olah membeli bir dan bratwurst.

Ide ini disambut sangat antusias oleh fans. Walau pun jumlah pemasukan melalui truk makanan virtual tentunya lebih kecil dibandingkan dengan jutaan euro yang hilang dari hak siar televisi serta sponsor, Namun Arbeit dan tim manajemen Union bersyukur memiliki fans yang berdiri bersama di masa-masa sulit.

Setelah truk makanan virtual ini dibuat, para pemain juga rela perihal pemotongan gaji. "Tentu saja, kami tidak pernah berharap berada dalam situasi seperti ini. Apalagi ini merupakan musim pertama kami di Bundesliga. Masa yang sulit bagi semua klub sepak bola. Tetapi itu semuanya terasa lebih ringan ketika kami menjunjung tinggi rasa kebersamaan," kata Arbeit. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com