Langkah Tepat Mengatasi Serangan Asma saat Hamil

Home / Gaya Hidup / Langkah Tepat Mengatasi Serangan Asma saat Hamil
Langkah Tepat Mengatasi Serangan Asma saat Hamil ILUSTRASI - Sesak Napas karena Asma saat Hamil. (FOTO: shutterstock)

TIMESMALANG, JAKARTA – Pada proses kehamilan, penyakit asma dapat menjadi suatu penyakit yang berat atau parah dibandingkan dengan sebelum terjadinya kehamilan. Oleh sebab itu, penting bagi wanita yang sedang hamil untuk mengetahui beberapa tips berikut untuk mengatasi serangan sesak napas karena asma saat hamil. Apa saja yang harus dilakukan? Yuk, simak ulasannya berikut.

1. Tetap tenang, jangan panik

Saat serangan sesak napas muncul, berusahalah agar tetap tenang. Pastikan Anda duduk dalam posisi yang nyaman, longgarkan pakaian dan aturlah napas secara perlahan.

Usahakan untuk bernapas dari hidung dan keluarkan perlahan dari mulut. Sebab, semakin terburu–buru dalam mengatur napas, semakin sedikit pula oksigen yang akan masuk ke dalam tubuh.

2. Minta bantuan

Sembari mengatur napas, jangan tunda untuk meminta bantuan kepada orang yang ada di sekitar Anda. Jika memungkinkan segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk meminta pertolongan yang lebih intensif.

3. Gunakan obat pereda asma

Pastikan Anda memiliki obat pelega seperti inhaler untuk berjaga–jaga jika kekambuhan terjadi. Biasanya dokter akan membekali obat–obatan pengontrol dan pelega untuk mengontrol penyakit ini. Pada umumnya, obat–obatan yang digunakan untuk mengendalikan asma bersifat aman bagi ibu dan janin.

Jadi, jangan takut untuk menggunakan obat tersebut, asalkan sesuai dengan dosis dan petunjuk dokter. Apabila konsumsi obat tidak mengurangi keluhan sesak, sebaiknya segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat seperti rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan sesuai diagnosis.

4. Rutin kontrol ke dokter

Meski serangan sudah teratasi, tidak ada lagi keluhan sesak dan terdengar bunyi mengi, tetaplah untuk memeriksakan diri ke dokter untuk evaluasi. Perlu diingat, meskipun tampak ada perbaikan, gejala asma yang muncul pada wanita hamil jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan orang normal.

Sekalipun tidak muncul keluhan, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap bulan untuk melakukan penilaian fungsi paru–paru (spirometri), keefektifan obat, serta kondisi janin agar komplikasi dapat dihindari .

Serangan asma saat hamil memang dapat datang kapan saja. Dengan mengetahui faktor pencetusnya (seperti debu, asap), olahraga dan mengonsumsi obat pengontrol secara rutin, kekambuhan asma dapat ditekan. Jangan lupa, Anda yang memiliki riwayat penyakit asma dan sedang merencanakan kehamilan, berkonsultasilah terlebih dahulu kepada dokter agar kehamilan tetap nyaman dan terhindar dari komplikasi akibat asma. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com