Tak Ada Ampun, Speed Gun Pantau Pengendara Over Speed di Tol Malang-Pandaan

Home / Ekonomi / Tak Ada Ampun, Speed Gun Pantau Pengendara Over Speed di Tol Malang-Pandaan
Tak Ada Ampun, Speed Gun Pantau Pengendara Over Speed di Tol Malang-Pandaan Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan-Malang, Agus Purnomo usai sosialisasi berlakunya tarif tol Malang-Pandaan di exit gate Singosari, Jumat (9/8/2019) dini hari. (Foto: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)

TIMESMALANG, MALANG – Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan-Malang, Agus Purnomo mengingatkan pengendara di sepanjang jalan tol Malang-Pandaan untuk tidak ngebut melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Ini karena, pihak pengelola memantau kecepatan dengan speed gun. Jika over speed atau melanggar, maka akan ditilang.

“Kita akan tindak tegas pengguna jalan tol yang over speed. Aturan kecepatannya sudah jelas, ya,” katanya usai sosialisasi berlakunya tarif tol Malang-Pandaan di exit gate Singosari, Jumat (9/8/2019) dini hari.

Tol-Pandaan-Malang-9.jpg

Ia menjelaskan, aturan ini dimaksud untuk mencegah terjadinya kecelakaan sepanjang jalan tol. Disini (tol Malang-Pandaan) karena pengendara melaju dengan kecepatan beda-beda. Ia mengupayakan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan tol.

Perlu diketahui, aturan ambang batas kecepatan di jalur tol Malang-Pandaan adalah minimum 60 km per jam dan maksimum 80 km per jam. Hal ini adalah kesepakatan bersama setelah memperhatikan bentang alam dan topografi yang ada.

“Ada polisi yang stand by untuk monitor. Jika ada yang melanggar akan langsung ditindak. Sistem kerjanya dengan speed gun. Petugas akan menggunakan sistem tembak dan akan ditindak di exit gate,” tegasnya.

Tol-Pandaan-Malang-7.jpg

Giat patroli akan terus dinaikkan untuk menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Tol Malang-Pandaan ini sengaja diatur untuk slow speed. Memang, lanjut Agus, setiap tol bisa berbeda. Ada yang maksimal 100 km per jam.

Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan-Malang ini juga mengimbau para pengguna jalan tol Malang-Pandaan untuk mematuhi aturan ambang batas kecepatan. Jika tidak, petugas akan menindak tegas pengendara yang over speed karena petugas menggunakan alat speed gun untuk mengukur kecepatan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com