AO Rider, Aplikasi Transportasi Online dari NTT untuk Dunia

Home / Ekonomi / AO Rider, Aplikasi Transportasi Online dari NTT untuk Dunia
AO Rider, Aplikasi Transportasi Online dari NTT untuk Dunia Pendiri AO Rider, Alfredo Oematan mengenakan jaket AO Rider (FOTO: Doc Pribadi)

TIMESMALANG, KUPANG – "Saya ingin menciptakan sesuatu dari rumah saya untuk dunia bukan dari luar (negeri) ke NTT". Kalimat tersebut diungkapkan Alfredo Oematan, selaku pendiri AO Rider menggambarkan tentang aplikasi yang digagas bersama timnya. 

AO Rider merupakan sebuah aplikasi jasa transportasi online dengan sistem kerja sama seperti Gojek maupun Grab. Hebatnya, ide menghadirkan jasa transportasi berbasis teknologi tersebut lahir dari seorang Alfredo yang tidak memiliki latar belakang pendidikan teknologi. 

Saat ditemui di kantornya di Kelurahan Kenapa Selatan, Kota Kupang, Rabu (26/2/2020) Alfredo menegaskan meski tidak punya latar belakang IT, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi Alfredo untuk menghadirkan aplikasi yang menjawab tantangan zaman. 

Sebelum sukses dengan aplikasi AO Rider, menurut pria kelahiran Noelbaki, Kabupaten Kupang itu, dirinya sudah mencoba mengembangkan puluhan aplikasi lainnya namun tidak banyak dikenal oleh masyarakat. 

"Sama seperti Mark Zuckerberg, yang menciptakan ratusan aplikasi lainnya sebelum terkenal dengan aplikasi Facebook. Saya juga mengembangkan banyak aplikasi tapi tidak booming seperti AO Rider ini," kata Alfredo. 

Alfredo menghabiskan banyak waktunya untuk bekerja pada anak perusahaan BUMN serta mengunjungi berbagai negara baik di Asia, Eropa serta benua lainnya. 

Alfredo paham benar bagaimana membangun relasi yang baik dengan  semua orang yang pernah ditemuinya. Bahkan sebelum aplikasi AO Rider dikembangkan, Alfredo lebih dulu membentuk tim solid yang punya misi sama. 

"Sesungguhnya saya tidak sendiri. Saya punya tim yang selalu bekerja bersama membangun AO Rider sampai dikenal dan diterima dengan baik di NTT bahkan di Indonesia saat ini", ujar alumnus SD Inpres Tarus 1 itu. 

Alfredo yang menghabiskan pendidikannya di Kota Kupang mengatakan, pihaknya ingin membuktikan kepada dunia bahwasannya anak-anak NTT juga punya potensi besar dan mampu bersaing di dunia internasional. 

"Sejatinya kita ingin membuat perubahan di NTT dan  menunjukkan bahwasannya anak-anak NTT itu juga bisa go internasional ", tegas Alfredo. 

Ia menegaskan, dirinya bisa saja tinggal diluar negeri lalu membangun semua aplikasi bersama para kenalnya dan memperkenalkan  ke dunia termasuk NTT. Namun dirinya ingin agar potensi yang dimiliki anak-anak NTT tidak dipendam tapi bisa dieksplorasikan. 

"Saat ini saya tidak ingin tinggal di luar (negeri), saya ingin menciptakan sesuatu dari rumah saya untuk dunia bukan dari luar (negeri) untuk NTT," jelas alumnus SMKN 1 Kupang Tengah jurusan Manajemen Bisnis. 

AO Rider sendiri baru dilaunching pada Oktober tahun 2019 dan aplikasinya baru tersedia di PlayStore pada bulan November. Alfredo menjelaskan timnya baru bekerja maksimal pada bulan Desember sampai sekarang. 

"Kita baru empat bulan saja tapi sudah ada 5.000 downloader khususnya di Kota Kupang. Selain itu kita juga punya lebih dari 20 kantor di berbagai wilayah di Indonesia," ujar pria kelahiran 29 April 1984 itu. 

Diakuinya, untuk sampai pada posisi saat ini tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. Ide untuk menghadirkan terobosan di bidang teknologi tersebut sudah ada semenjak empat tahun lalu. 

Sebelum mengeksekusi kegiatan tersebut, jelas Alfredo, pihaknya melakukan konsolidasi terlebih dahulu untuk mengumpulkan orang-orang yang punya pemikiran yang sama terkait pengembangan aplikasi transportasi berbasis online tersebut. 

Waktu empat tahun untuk mewujudkan impian tersebut merupakan waktu yang cukup panjang. Selama kurun waktu tersebut, ada beberapa orang yang tergabung dalam tim yang dibentuk memilih meninggalkan tim tersebut dengan  alasan aplikasi tersebut tidak akan berhasil dibuat. 

Namun Alfredo tetap yakin dirinya mampu mewujudkan impian tersebut. Keyakinan tersebut menjadikan Alfredo pantang menyerah dalam mencapai cita-cita besar tersebut. 

"Saya tetap yakin bahwa impian saya ada didepan mata, namun mungkin orang lain tidak melihat itu. Saya melihat kesuksesan itu dan saya yakin dengan  apa yang saya miliki untuk mewujudkan  impian tersebut," kata Alfredo. 

Alfredo tidak menepis kemungkinan adanya masyarakat yang membandingkan aplikasi AO Rider dengan aplikasi serupa lainnya seperti Grab dan Gojek. Alfredo menegaskan, sejatinya tidak bisa membandingkan antara AO Rider dengan  aplikasi lainnya, karena AO Rider dalam masa perkembangan. 

"Kalau membandingkan AO Rider dengan  aplikasi lainnya itu seperti bumi dan langit. Kita kni masih bayi makanya tidak bisa disandingkan dengan aplikasi lainnya," ujarnya.

Saat ini AO Rider dalam proses penyempurnaan aplikasi. Dan ditargetkan pada Maret 2020 ini aplikasi tersebut akan rampung dan bisa go internasional. 

"Kita menggandeng beberapa tenaga ahli IT dari luar negeri, terutama di India. AO Rider ke depan tidak hanya melayani transportasi online saja tetapi juga bisa melayani pembayaran tagihan listrik dan tagihan lainnya. AO Rider akan punya multifungsi kedepannya. Dan AO Rider sedang dirancang untuk go internasional setelah diluncurkan pada Maret mendatang," jelasnya.

AO Rider sendiri merupakan singkatan  dari nama penggagasnya, Alfredo Oematan. Dirinya menerangkan, nama yang diberikan oleh orang tua punya makna besar, sehingga dirinya ingin agar namanya bisa menjadi branding yang dikenal di seluruh Indonesia bahkan dunia. 

"AO itu singkatan dari nama saya Alfredo Oematan. Dan di belakang saya itu ada driver yang menunjukan bahwa saya tidak bisa berjalan sendiri, ada orang-orang yang mendukung saya di belakang. Ada tim yang sangat solid sebenarnya," ucap Alfredo, pendiri AO Rider dari NTT. (*) 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com