Leo Tanimaju: Djaduk Ferianto Inspirasi Bagi Seniman

Home / Berita / Leo Tanimaju: Djaduk Ferianto Inspirasi Bagi Seniman
Leo Tanimaju: Djaduk Ferianto Inspirasi Bagi Seniman Djaduk Febrianto meninggal, begini tanggapan musisi dan seniman Malang, Leo Tanimaju. (foto : beritasatu)

TIMESMALANG, MALANG – Leo Zainy alias Leo Tanimaju mengaku kehilangan atas meninggalnya seniman Yogyakarta, RM Gregorius Djaduk Ferianto.

Jenazah Djaduk telah disemayamkan di Padepokan Seni Bagong K dan dimakamkan sekitar pukul 15.00 WIB, di Tempat Pemakaman Keluarga Sembungan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Baginya, Djaduk adalah inspirasi seniman etnik kontemporer di Indonesia. Djaduk adalah seniman senior yang unik dan memiliki sejumlah karya yang keren.

“Kua Etnika adalah salah satu grup musik yang beliau dirikan dan yang menginspirasi lahirnya musik kontemporer di Indonesia,” papar lelaki yang juga berprofesi sebagai dramawan ini, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, Djaduk juga telah menginspirasi grup yang dia bangun yakni Nusantara Etnik dan Musik Puisi. “Beliau yang menginspirasi musik dan pertunjukan kontemporer di Indonesia dan eksis sampai sekarang,” lanjut Leo.

Dalam seni teater, Djaduk juga banyak memberi warna pertunjukan di Indonesia. Djaduk berkarya bersama kelompoknya, Teater Gandrik.

Dalam beberapa event, Gandrik dan Kua Etnika sering kolaborasi dan tampil bareng dalam event pagelaran kolosal. Bersama Butet kertarajasa, tentunya.

Menurut Leo seniman seperti Djaduk yang konsisten sampai masa kini, terbilang jarang. “Apalagi seumuran beliau belum muncul. Beliau konsisten membangun Gandrik dan musik etnik yang banyak menggandeng seniman muda juga,” jelas Leo.

Di padepokan Bagong, imbuh Leo Tanimaju, juga banyak seniman Malang yang belajar ke Djaduk Ferianto. Seperti Aik VELA, Dinu, dan Sandro juga pernah belajar di sana. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com