PNS Laki-Laki Pemkab Malang Diimbau Pakai Sarung, Saat Peringatan HSN 2019

Home / Berita / PNS Laki-Laki Pemkab Malang Diimbau Pakai Sarung, Saat Peringatan HSN 2019
PNS Laki-Laki Pemkab Malang Diimbau Pakai Sarung, Saat Peringatan HSN 2019 Bupati Malang, Drs HM Sanusi MM, saat memakai sarung pada kegiatan keagamaan Islam. (Foto : Humas Pemkab Malang for TIMES Indonesia)

TIMESMALANG, MALANG – Bupati Malang, Drs HM Sanusi MM mengeluarkan surat edaran bagi PNS laki-laki Pemkab Malang yang mengimbau agar memakai sarung pada saat Peringatan Hari Santi Nasional (HSN 2019), Selasa (22/10/2019).

Surat Edaran (SE) Bupati Malang tersebut Nomor 451/8482/35.07.032/2019 tentang Imbauan Mengenakan Pakaian Bernuansa Muslim Dalam Rangka Hari Santri Nasional Tahun 2019, yang akan diperingati pada 22 Oktober 2019, besok.

"Dari SE Bupati Malang tersebut, maka PNS di lingkungan Pemkab harus berpakaian muslim dengan bawahan menggunakan sarung. Begitu juga yang perempuan harus menggunakan busana muslim," ujar Kabag Humas Pemkab Malang, M Nur Fuad Fauzi, Senin, (21/10/2019).

Menurutnya, surat edaran ini, baru pertama kali diterapkan bagi PNS di lingkungan Pemkab Malang. Sedangkan aturannya, baju koko warna putih dan bahawan sarung bagi yang laki-laki.

Untuk perempuan kata dia, mengenakan busana muslimah berwarna putih. "Surat edaran ini bagi Pegawai beragama Islam. Sedangkan non muslim pakaiannya bebas dan menyesuaikan," terang mantan Camat Wajak tersebut.

Menurutnya, Peringatan HSN ditetapkan oleh Presiden Ir H Joko Widodo, pada tanggal 22 Oktober 2015, di Masjid Istiqlal Jakarta.

Penetapan HSN yakni, sambung dia, untuk meneladani semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama. "Karena pada tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah, yaitu seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy'ari pada 22 Oktober 1945," jelasnya.

Latar belakang itulah kata dia, HSN 2019 juga diperingati Pemkab Malang yang salah satu bentuknya dengan mengimbau PNS Laki-laki untuk mengenakan sarung, sebagai bentuk menghormati para pejuang yang telah mendahului. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com