Ribuan Takir Jenang Suro Dibagikan di Festival Jenang Suro Gunungsari 

Home / Berita / Ribuan Takir Jenang Suro Dibagikan di Festival Jenang Suro Gunungsari 
Ribuan Takir Jenang Suro Dibagikan di Festival Jenang Suro Gunungsari  Ribuan Takir Jenang Suro disiapkan warga untuk dibagikan selama dua hari. (foto: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia) 

TIMESMALANG, BATU – Ribuan takir (wadah terbuat dari daun pisang) berisi Jenang Suro dibagikan saat Gerebek Suro, Festival Jenang Suro Gunungsari tahun 2019 yang dimulai, Kamis (12 /9/2019) sore. 

Sejak pagi warga memasak Jenang Suro di Kediaman Kepala Dusun Pagergunung, Riyaji. Di dusun ini, Festival Jenang Suro Gunungsari yang diselenggarakan kerjasama warga, Pemdes Gunungsari dan Dinas Pariwisata Kota Batu, Jawa Timur ini. 

Satu persatu Takir diisi dengan Jenang Suro yang berwarna putih berasa tawar mirip bubur. Kemudian ditaburi potongan telur dadar, ikan teri campur kacang manis dan ditaburi juga dengan Abon.

Jenang-Suro-a.jpg

Dengan telaten warga menaruh Takir ini ke dua Tumpeng Agung. Setelah semua siap, Tumpeng Agung ini diarak dari Punden Demang Lasem dibawa ke Masjid Al Muttaqien Dusun Pagergunung. 

Satu gunungan ini diangkat oleh empat orang. Hal ini menurut Riyaji merupakan penggambaran dari dulur papat lima pancer. 

"Dalam tubuh manusia ada Supiah (sabar), amarah (emosi) , mutmainah (nafsu mutmainah) dan aluama (nafsu serakah), satu yang jumeneng (diam) ditengah tidak kelihatan, Gunungan itu bentuk dari pancer, yang tidak lain adalah Gusti Allah," ujarnya. 

Tumpeng Agung berisi Jenang Suro ini dikirab sebagai pengingat manusia akan fiosofi kehidupan.

Jenang-Suro-b.jpg

Kenapa harus membuat Jenang Suro, tradisi leluhur ini muncul karena pada Bulan Suro ini banyak bala. Jenang Suro merupakan tolak balak

"Bulan Suro itu tempatnya penyakit, leluhur kita mengajarkan berdoa kepada Allah SWT sambil membuat bubur suro untuk tolak balak, bentuk dari doa dan sedekah," ujar Riyaji. 

Bubur Suro dalam Gunungan ini pun diangkat menuju Masjid Al Muttaqien. 

Disini, ratusan Takir dibagikan kepada warga yang akan mengikuti pengajian Muharram dan santunan anak Yatim yang diselenggarakan di Masjid Al Muttaqien. 

Pengajian ini diisi oleh Harun Ismail dari Blitar. Diteruskan dengan pemberian santunan anak Yatim Piatu. 

" Jumat (13/9/2019) sore, kita akan kirab pusaka tindih desa dan tumpeng agung Jenang Suro. Ini rangkaian kegiatan Festival Kirab Jenang Suro Gunungsari 2019," ujar laki-laki yang akrab dipanggil Bondet ini. 

Kirab Tasyakuran Suroan akan dimulai dari Rumah Kasun, Riyaji kemudian menuju Punden Jati, kemudian menuju ke lokasi Tasyakuran Suro. 

Berbeda dengan Kirab Jenang Suro hari pertama, selain dua Tumpeng Agung berisi Jenang Suro, dikirab juga Pusaka Tombak Tindih Desa Pamor Udan Mas. 

"Pusaka tombak ini adalah peningggalan Kepala Desa Gunungsari Pertama yakni Kerto Prayitno, akan kita kirab juga," kata Riyaji. 

Di akhir kirab Festival Jenang Suro Gunungsari akan diselenggarakan berbagai pertunjukan kesenian dan budaya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com