Ratusan Penumpang Antri Pembelian Tiket Kapal di Pelabuhan Raas

Home / Berita / Ratusan Penumpang Antri Pembelian Tiket Kapal di Pelabuhan Raas
Ratusan Penumpang Antri Pembelian Tiket Kapal di Pelabuhan Raas suasana antrian calon penumpang kapal feri di Pelabuhan Raas

TIMESMALANG, SUMENEP – Suasana arus mudik masih terlihat di pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura. Ratusan calon penumpang kapal Feri untuk Raas-Jangkar menumpuk antri di kantor pelabuhan Raas untuk membeli tiket.

Antrian Sudha terjadi sejak Jumat (14/6/2019) pagi. Calon penumpang itu akan balik ke tempat kerja masing-masing. Mayoritas warga Raas yang bekerja di Bali. Namun, ada juga para santri yang akan kembali ke pondok pesantren masing-masing.

Pelabuhan-Raas-b.jpg

“Antrian tiket terjadi sejak pagi. Ratusan orang menumpuk di kantor pelabuhan. Walau kapal Feri akan berangkat pukul 14.00 WIB, calon penumpang sudah antri untuk membeli tiket,” kata Achmad Yani Zain, salah satu calon penumpang, yang akan ke Tabanan, Bali.

Bahkan, untuk ratusan sepeda motor, sudah antri terparkir di halaman kantor pelabuhan Raas sejak semalam. Sementara, kapal yang ditunggu untuk berangkat, ada dua unit armada. Yakni, kapal Feri Dharma Kartika dan KMP Cucut.

Melihat suasana antrian pembelian tiket, Yani mengeluhkan, bahwa pelayanan pembelian tiket belum maksimal. “Karena hanya ada dua pintu yang tersedia di kantor pelabuhan. Akhirnya antrian menumpuk tidak teratur,” katanya, kepada TIMES Indonesia.

Pelabuhan-Raas-c.jpg

Selain itu, pihak pelabuhan juga tidak menyediakan tempat sementara yang memadai. “Seharusnya ada tenda sementara untuk antisipasi antria. Karena tidak ada tempat sementara, calon penumpang rela berpanas-panasan hingga berjam-jam,” katanya.

Selanjutnya, ia juga mengeluhkan tidak adanya penyediaan kapal tambahan saat arus balik. Walau sudah ada tambahan kapal KMP Cucut, namun masih kurang, karena calon penumpang memang membludak.

“Khusus arus mudik dan balik, seharusnya pihak pelabuhan atau pihak Syahbandar Raas menyediakan dua kapal Feri dalam sehari. Jika seperti itu, tidak akan terjadi penumpukan penumpang,” katanya.

Bahkan, Yani juga mengeluhkan adanya dugaan praktik pungutan liar (Pungli) untuk parkir sepada motor yang akan naik ke kapal Feri. “Bahkan, juga masih ada dugaan pungli, saat antrin sepeda motor dan tidak adanya pengawasan yang baik dari Dinas terkait,” jelas pria yang juga menjabat Ketua PAC GP Ansor Tabanan Bali itu.

Keluhan yang sama juga disampaikan para calon penumpang lainnya, yang antri di halaman pelabuhan Raas. Hingga berita ini ditulis, TIMES Indonesia belum mendapatkan konfirmasi dari pihak pelabuhan Raas.

Namun, dari sumber TIMES Indonesia yang ada di pelabuhan Raas, yang tidak mau disebutkan Namanya, bahwa dugaan pungli untuk parkir sepeda motor atau antrian sepeda motor yang akan naik ke kapal tidak ada.

“Tidak ada pungli dari pihak Pelabuhan Raas. Tarikan uang parkir itu, untuk menjaga keamanan sepeda motor para penumpang yang sudah diparkir dari semalam. Itu murni inisiatif dari warga yang siap menjaga sepeda motor supaya aman ditinggal pemiliknya. Hanya uang seikhlasnya saja, karena siap jaga sepeda motor,” kata singkat.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com