Mensos RI Sampaikan Hasil Survei Independen Program PKH

Home / Berita / Mensos RI Sampaikan Hasil Survei Independen Program PKH
Mensos RI Sampaikan Hasil Survei Independen Program PKH Mensos RI, Agus Gumiwang Kartasasmita sampaikan hasil survei independen MicroSave Consulting Indonesia tentang PKH. (Foto: Ivan Iskandaria/TIMES Indonesia).

TIMESMALANG, JAKARTA – Menteri Sosial RI (Mensos RI) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan hasil survei independen tentang Program Keluarga Harapan (PKH).

Mensos RI menjelaskan hasil survei independen tentang PKH ini hasil dari rapat bersama antara Kemensos RI dengan Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) dan Inke Maris & Associates (IMA).

"Sebesar 93,2 persen Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH menyatakan puas terhadap program bansos yang bertujuan menekan angka kemiskinan di Indonesia," kata Agus Gumiwang Kartasasmita saat konferensi pers di Kemensos RI Jakarta, Senin (15/4/2019).

Mensos RI mengungkapkan survei ini menjadi sangat penting karena bisa mencari solusi untuk menyempurnakan apabila ada kekurangan berkaitan dengan program keluarga harapan.

Dari hasil survei independen MicroSave Consulting Indonesia ini menurut Mensos RI, menunjukkan 93 persen puas terhadap keteraturan penerimaan dana bansos PKH ke dalam rekening, 92 persen puas terhadap respon contact center PKH dalam menanggapi aduan, 94 persen puas terhadap pendampingan PKH, 93 persen puas terhadap kemudahan menjangkau lokasi pencairan bansos dan 94 persen menyatakan puas terhadap kemudahan bertransaksi di lokasi pencairan bansos.

"Kita menjalankan pilpres saja dengan survei kan, jadi survei itu penting karena kita harus mengetahui trennya seperti apa terhadap program ini," ujarnya.

Lebih lanjut Mensos RI mengatakan di dalam pelaksanaan survei MicroSave di lapangan, sama sekali tidak ada biaya dari Kemensos jadi dipastikan independen dan merupakan potret yang sebenarnya berkaitan dengan PKH.

"Sebesar 86 persen KPM PKH mengetahui bahwa program PKH adalah program pemerintah pusat," tuturnya.

Mensos RI menambahkan 86 persen KPM PKH baru pertama kali memiliki rekening bank yang mereka akses melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) melalui KKS penerima PKH lebih melek transaksi bank melalui ATM, tidak mengeluarkan baiya pencairan sehingga menerima dana bansos utuh.

Sebanyak 23 persen KPM PKH memanfaatkan rekening KKS untuk transaksi keuangan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap inklusi keuangan dan 64 persen pencairan dana PKH dilakukan melalui ATM bank dibandingkan Agen Bank sebesar 14 persen dan e-Warong sebanyak 2,4 persen.

"Selain itu PKH juga mendorong perubahan perilaku KPM PKH di bidang kesehatan dan pendidikan dibanding non penerima PKH," kata Mensos RI. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com