Rumah Kebangsaan

Ahmad Basarah: Islam dan Nasionalisme Harus Berdampingan

Home / Berita / Ahmad Basarah: Islam dan Nasionalisme Harus Berdampingan
Ahmad Basarah: Islam dan Nasionalisme Harus Berdampingan Ahmad Basarah, politisi PDI Perjuangan yang kini menjabat Wakil Ketua MPR RI. (FOTO: Istimewa)

TIMESMALANG, JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan, Ahmad Basarah menegaskan bahwa Islam dan nasionalisme harus berdampingan dengan kokoh dan seimbang.

Ibarat dua rel kereta api, jika salah satu relnya patah, kereta api yang berada di atasnya tidak dapat mengantarkan penumpangnya sampai ke tujuan. 

"Kereta api itu juga akan terjungkal dan mencelakakan para penumpang yang ada di dalamnya," kata dia. 

Pernyataan itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada Haul Bung Karno di Kompleks Parlemen Jakarta, 21 Juli 2017 lalu.

Basarah menjelaskan, Pancasila yang di dalamnya mengandung unsur-unsur keislaman dan nasionalisme adalah laksana dua rel kereta api. Ketika keduanya berdampingan dengan kokoh akan dapat mengantarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan segenap rakyatnya yang majemuk.

"Baik dari aspek agama, suku, etnis dan antar-golongan akan sampai pada tujuan bernegaranya. Yaitu, tatanan masyarakat yang subur makmur dan adil serta bahagia lahir bathin (baldatun thayyibatum wa rabbun ghafur),” sambungnya, seperti dilansir dari detik.com.

Sebagai bangsa yang besar, kata Basarah, Indonesia patut bersyukur karena telah diwarisi dasar dan ideologi negara yang kualitasnya melampaui ideologi bangsa-bangsa lain di dunia.

“Pancasila lebih baik dari Manifesto Komunis karena punya sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Pancasila lebih baik dari paham liberalisme/kapitalisme karena punya sila keadilan sosial dan Pancasila juga lebih baik dari sistem khilafah karena punya sila persatuan Indonesia,” jelasnya.

Ahmad Basarah yang kini menjabat Wakil Ketua MPR RI menandaskan bahwa Islam dan nasionalisme jangan dipisahkan atau diadu-domba. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com