Sosialisasi Program Indonesia Pintar, Latifah Shohib: Jangan Selewengkan Dana PIP

Home / Berita / Sosialisasi Program Indonesia Pintar, Latifah Shohib: Jangan Selewengkan Dana PIP
Sosialisasi Program Indonesia Pintar, Latifah Shohib: Jangan Selewengkan Dana PIP Suasana sosialisasi PIP Latifah Shohib, anggota DPR RI, dari Komisi X di Malang Raya (Foto: Ist/TIMES Indonesia)

TIMESMALANG, MALANGLatifah Shohib, anggota DPR RI, dari Komisi X, terus keliling menyosialisasikan Program Indonesia Pintar (PIP) keberbagai sekolah yang ada di Malang Raya, mulai SD, SMP dan SMK, baik swasta dan negeri. Ia berharap, dana PIP untuk tidak disalah gunakan. Tapi, harus murni digunakan untuk pembiayaan sekolah.

Latifah Shohib menggelar sosialisasi Pencairan Program Indonesia Pintar (PIP), untuk penerima dana PIP atau Kartu Indonesia Pinter (KIP) yang ada di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu).

Penerima dana PIP di Malang Raya  diketahui kurang lebih sebanyak 15.500 orang siswa dari keluarga miskin.

Jumlah tersebut terdiri dari SD Negeri maupun swasta sebanyak 6.500, SMP Negeri maupun Swasta sebanyak 3000, SMA dan SMK Swasta sebanyak 6000 sekolah.

Menurut Latifah Shohib, program Indonesia Pintar harus benar-benar tepat sasaran dan penggunaannya. "Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan sekolah siswa yang kurang mampu alias dari keluarga miskin," jelasnya.

Pihak orang tua katanya, diharap mampu bekerjasama dengan pihak sekolah untuk penggunaan dana PIP tersebut. "Dana itu, tidak boleh disalah gunakan untuk keperluan rumah tangga," harapnya.

Adapun besaran dana PIP untuk SD sebesar Rp 450 ribu persiswa selama setahun. Untuk siswa SMP, senilai Rp 750 ribu perorang dan pertahunnya. Selanjutnya, untuk SMA dan SMK sebesar Rp 1 juta persiswa setiap tahunnya.

Sosialisasi yang dilakukan Latifah Shohib itu, dilakukan secara keliling dari sekolah satu ke sekolah lainnya yang ada di Malang Raya. "Hal ini di karenakan agar penyampaian Bab penggunaan program tersebut bisa fokus ke orang tua siswa," kata perempuan berhijab itu.

Bagi Pondok Pesantren yang memiliki pendidikan formal pun jelasnya, tidak luput dari program tersebut. Seperti lembaga yang ada di Ponpes Modern Al Rifai'e, Ponpes Annur 1 dan 2, Ponpes Hidayatul Mubtadiin, Kembang Singosari, Ponpes Assholihudin Dampit, Kabupaten Malang.

"Kami terus keliling di tiga daerah itu, yang perlu mendapat perhatian dan rentan akan anak putus sekolah. Yang harus lebih diperhatikan seperti SD dan SMP Terpadu Sendang Biru, Kabupaten Malang," katanya.

Terakhir, Latifah Shohib menyampaikan dalam sosialisasi yang digelarnya itu, dana Program Indonesia Pintar harus digunakan untuk pembiayaan sekolah, bagi siswa dari keluarga miskin. "Maksimalkan dana PIP dengan baik dan tepat guna," harapnya.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com