Puluhan Anggota PP Kabupaten Malang Datangi Ocean Garden, Ada Apa?

Home / Berita / Puluhan Anggota PP Kabupaten Malang Geruduk Ocean Garden, Ada Apa?
Puluhan Anggota PP Kabupaten Malang Geruduk Ocean Garden, Ada Apa? Puluhan Anggota Pemuda Pancasila saat briefing dipimpin Ketua PP Kabupaten Malang yang juga Ketua Kadin Kabupaten Malang Priyo Sudibyo alias Bogank. (Foto: PP Kab Malang for TIMES Indonesia)

TIMESMALANG, MALANG – Puluhan anggota Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Malang mendatangi sebuah acara yang mencatut nama Kadin di Ocean Garden, Jalan Trunojoyo, Kota Malang, Jumat (4/7/2020) malam. Mereka memprotes penyelenggara acara yang mengklaim dari Kadin Kabupaten Malang.

Ketua Kadin Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo alias Bogank menegaskan di Kabupaten Malang, Ketua Kadin hanya dirinya sendiri. Sedangkan Kota Malang adalah Edi Wahyono, dan Kota Batu adalah Endro.

"Kita pastikan di lokasi tidak ada logo Kadin Kabupaten Malang. Dan jangan sekali-kali mengatasnamakan Kadin Kabupaten Malang karena ketuanya hanya saya sendiri. Tidak ada Kadin palsu," tegasnya kepada TIMES Indonesia.

Pria yang juga Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Malang itu memprotes keras bahkan mengerahkan puluhan anggota PP ke lokasi acara.

Ia tidak mempermasalahkan adanya orang yang datang.  Namun, Bogank ingin memastikan tidak ada logo dan banner yang mengatasnamakan organisasinya dalam acara talk show tersebut. 

Bogank mengacu kepada Surat Edaran Kadin nomor 495/DP/VI/2019 yang ditandatangani Wakil Ketua Umum Bidang OKP, Anindya N Bakrie tertanggal 12 Juni 2020 tentang langkah tindak terhadap kadin yang tidak sah.

Surat itu menyebutkan bahwa sehubungan dengan masih adanya kegiatan dan/atau tindakan yang tidak sah yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan dirinya mewakili Kadin Indonesia atau organisasi yang menamakan dirinya mewakili Kadin Indonesia, ada 3 penjelasan yang dikirim kepada Ketua Umum Kadin Provinsi seluruh Indonesia.

Penjelasan pertama, disampaikan bahwa, sesuai dengan Undang Undang No 1 tahun 1987 tentang kadin dinyatakan dengan tegas, bahwa di Indonesia hanya ada satu kadin.

Penjelasan kedua, pengurus kadin yang sah adalah yang dihasilkan dari Musyawarah Nasional (munas) atau musyawarah Propinsi/Kabupaten/Kota yang diselenggarakan sesuai dengan AD/ART kadin, sebagaimana tercantum dalam Kepres RI No 17 tahun 2010.

Selanjutnya, pada penjelasan ketiga ditegaskan, pengurus kadin yang sah adalah pengurus yang dipilih papda Munas VII di Bandung pada bulan November 2015 yang dipimpin oleh Rosan Perkasa Roeslani sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia untuk periode 2015 – 2020.

Atas penjelasan tersebut, ditegaskan jika ada oknum yang menyatakan dirinya mewakili kadin indonesia adalah tidak sah dan kegiatan atau tindakannya dapat diabaikan, dan agar Ketua Umum/ketua kadin Propinsi/Kabupaten/Kota mengambil langkah-langkah tindakan yang dinggap perlu

"Saya yang akan bubarkan acara apapun yang diadakan Kadin Palsu di wilayah Malang Raya bersama temen-temen PP se Malang raya. Mereka tidak mengindahkan Surat Edaran Kadin yang diakui oleh Pemerintah Pusat sampai daerah," tegas Bogank.

Ketua PP Kabupaten Malang itu meminta aparat penegak hukum mendukung langkah yang diambil bersama anggotanya terhadap pihak yang mengklaim Kadin Kabupaten Malang. Ia mengaku selalu berkoordinasi dengan pihak berwajib sebelum melakukan tindakan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com