126 Orang Meninggal Akibat Tanah Longsor di Tambang Batu Giok Myanmar

Home / Berita / Tanah Longsor di Tambang Batu Giok Myanmar, 126 Orang Meninggal
Tanah Longsor di Tambang Batu Giok Myanmar, 126 Orang Meninggal Tim penyelamat berusaha menemukan korban selamat setelah tanah longsor di tambang batu giok di Hpakant, negara bagian Kachin, Myanmar, Kamis siang (Foto: Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar/Bangkok Post/ AFP)

TIMESMALANG, JAKARTA – Sedikitnya 126 jenazah ditemukan di lokasi penambangan giok di Hpakant,  negara bagian Kachin, Myanmar Utara, setelah terjadi tanah longsor di tambang batu giok Myanmar.

Upaya penyelamatan hingga sore ini terus berlangsung karena masih banyak yang dinyatakan hilang.

Tebing bekas longsoran itu menciptakan lereng terjal dan bisa menimbulkan bahaya lantaran lereng itu gundul tanpa pohon dan menyerupai lanskap di bulan.

"Tanah longsor itu terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan itu dan kemudian menimbulkan gelombang lumpur dan batu," kata petugas pemadam kebakaran seperti dilaporkan BBC.

Myanmar adalah salah satu sumber batu giok terbesar di dunia. Namun keberadaan tambangnya telah menimbulkan banyak kecelakaan dan korban.

Departemen pemadam kebakaran negara itu mengatakan dalam sebuah posting Facebook:

"Para penambang batu giok disapu oleh gelombang lumpur, yang melanda setelah hujan deras."

Polisi mengatakan beberapa orang telah mengabaikan peringatan pada hari Rabu agar tidak bekerja di daerah tersebut setelah curah hujan cukup tinggi.

Dalam sebuah video yang diunggah di BBC terlihat tanah longsor besar-besaran mengalir ke dalam sebuah lubang besar yang terendam banjir. Sisi-sisi tebing itu kemudian runtuh mengirimkan air yang mengalir ke lembah di bawahnya.

Maung Khaing, seorang penambang berusia 38 tahun mengatakan kepada Reuters bahwa dia melihat tumpukan sampah menjulang hampir runtuh dan orang-orang berteriak "lari, lari".

Dalam semenit, semua orang di bawah bukit itu hilang tertelan gelombang lumpur campur batu itu.

"Saya merasa kosong di hati ... Ada orang-orang yang terjebak dalam lumpur berteriak minta tolong tetapi tidak ada yang bisa membantu mereka," ujarnya.

Waktu itu ratusan orang berada di tambang untuk menyaring puing-puing yang dibuang dari truk, berharap menemukan batu giok.

Bangkok Post juga melansir, seorang perwira polisi setempat mengatakan upaya pencarian dan penyelamatan sempat dihentikan karena hujan lebat.

Perdagangan batu giok Myanmar dilaporkan bernilai lebih dari $ 30 miliar per tahun. Hpakant adalah situs tambang batu giok terbesar di dunia. Tahun 2015 juga pernah terjadi tanah longsor di tambang batu giok di Kachin dan merenggut 90 nyawa.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com